Kristenisasi dompleng APBN
PENGHANCURAN ISLAM INDONESIA SECARA SISTEMIS JUGA LEWAT DUNIA KESEHATAN. WASPADALAH !!!
Upaya UPH (Universitas Pelita Harapan) dan RS Siloam (Lippo Group) utk menguasai bidang Bisnis Pendidikan Kedokteran dan Pelayanan Kesehatan dari HULU sampai dengan HILIR, dengan memanfaatkan APBN, lewat KEKUASAAN dan UANG
(Kumpulan pengalaman pribadi dan informasi yg diharapkan bermanfaat utk melawan Gurita Kekuasaan dan Bisnis yg Anti Islam)
1. Sampai saat ini, Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (Prodi PPDS) hanya dimiliki oleh FK Univ Negeri dgn Akreditasi A. Demi menjaga mutu dan kualitas, prosedur pengusulannya harus melalui Kolegium masing2 bidang spesialis, dan Konsil Kedokteran, serta proses pengampuan, sebelum memperoleh ijin dari dirjen Dikti. Des 2009, Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf (Perspebsi) tiba2 diundang Dikti utk menilai Usulan Prodi PPDS Bedah Saraf UPH (Proposal ini BISA sampai ke Dikti tanpa lewat/tanpa rekomendasi dari Kolegium dan Konsil Kedokteran).
Saya yg ditunjuk utk mewakili Perspebsi waktu itu, dgn argumentasi yg kuat, meminta Dikti utk menolak usulan tsb. {Satu minggu sblm penilaian tsb, bbrp pimpinan FK UPH, bahkan dari Rektoratnya mencoba menemui saya dan saya tolak). Th. 2013, terulang lagi, kami dari Kolegium Bedah Saraf dipanggil oleh Konsil Kedokteran (KKI) terkait masuknya proposal Prodi PPDS Bedah Saraf UPH (tanpa lewat Kolegium). Proposal tsb akhirnya ditolak dan tidak diteruskan ke Dikti.
Juli 2017, baru2 ini, Mochtar Riadi datang dan 'silaturahmi' ke Rektor UNPAD (dan juga ke bbrp Univ. Negeri lain dlm bbrp minggu ke depan)
Pada saat yg bersamaan, Dekan FK UNPAD mengundang bbrp Ka Prodi PPDS (termasuk Jantung, Bedah Saraf, Bedah, dan Penyakit Dalam) utk bersedia Mengampu Prodi2 terkait di UPH (Pendekatan Lewat Kekuasaan)
2. Sejak 2015-2016, Mochtar dan James Riadi menemui Gub Jatim Soekarwo, meminta ijin utk mendirikan 40 RS Siloam di Jatim dgn kompensasinya akan membangun bbrp ratus Puskesmas di Jatim. Usaha seperti ini pasti TIDAK HANYA di Jatim saja. Kita semua tahu bhw pelayanan kesehatan yad, sepenuhnya akan dijamin oleh negara, dgn APBN/JKN.
Bila terlaksana, maka akhirnya mereka akan masuk dan mengatur sistem rujukan, dan RS Daerah (dgn para spesialis yg sebagian besar Muslim) akan mengelola pasien yg tidak mampu saja, dan RS Siloam akan menerima rujukan pasien2 yg mampu/kaya.
3. Info Valid dari sahabat saya Imam Prasojo Ph.D (putra Alm. Bp. Sudjoko Prasodjo, Tokoh Kahmi), tentang sahabatnya dari AS yg ditawari utk jadi Direktur di Siloam Group, dan ybs 'Menolak' tawaran tsb, karena harus menandatangani klausul:
*"WAJIB IKUT MENYEBARLUASKAN AJARAN NASRANI/INJIL"*
4. Melihat no. 1 dan 2 diatas, bisa disimpulkan adanya usaha jangka panjang melalui pendekatan Kekuasaan dan Uang, utk Membangun Bisnis Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan di Indonesia, dari hulu s.d hilir, dan sebagai Umat Islam, apalagi tokoh/ilmuwan/pimpinan lembaga negara harus benar2 memahami upaya jahat tsb agar tidak masuk perangkap bahkan ikut memudahkan upaya jahat tsb Semoga bermanfaat, Aamiin
Prof. Dr. Zainal Muttaqin, SpBs Mega Proyek Kristenisasi James Riyadi di Indonesia
Upaya UPH (Universitas Pelita Harapan) dan RS Siloam (Lippo Group) utk menguasai bidang Bisnis Pendidikan Kedokteran dan Pelayanan Kesehatan dari HULU sampai dengan HILIR, dengan memanfaatkan APBN, lewat KEKUASAAN dan UANG
(Kumpulan pengalaman pribadi dan informasi yg diharapkan bermanfaat utk melawan Gurita Kekuasaan dan Bisnis yg Anti Islam)
1. Sampai saat ini, Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis (Prodi PPDS) hanya dimiliki oleh FK Univ Negeri dgn Akreditasi A. Demi menjaga mutu dan kualitas, prosedur pengusulannya harus melalui Kolegium masing2 bidang spesialis, dan Konsil Kedokteran, serta proses pengampuan, sebelum memperoleh ijin dari dirjen Dikti. Des 2009, Perhimpunan Spesialis Bedah Saraf (Perspebsi) tiba2 diundang Dikti utk menilai Usulan Prodi PPDS Bedah Saraf UPH (Proposal ini BISA sampai ke Dikti tanpa lewat/tanpa rekomendasi dari Kolegium dan Konsil Kedokteran).
Saya yg ditunjuk utk mewakili Perspebsi waktu itu, dgn argumentasi yg kuat, meminta Dikti utk menolak usulan tsb. {Satu minggu sblm penilaian tsb, bbrp pimpinan FK UPH, bahkan dari Rektoratnya mencoba menemui saya dan saya tolak). Th. 2013, terulang lagi, kami dari Kolegium Bedah Saraf dipanggil oleh Konsil Kedokteran (KKI) terkait masuknya proposal Prodi PPDS Bedah Saraf UPH (tanpa lewat Kolegium). Proposal tsb akhirnya ditolak dan tidak diteruskan ke Dikti.
Juli 2017, baru2 ini, Mochtar Riadi datang dan 'silaturahmi' ke Rektor UNPAD (dan juga ke bbrp Univ. Negeri lain dlm bbrp minggu ke depan)
Pada saat yg bersamaan, Dekan FK UNPAD mengundang bbrp Ka Prodi PPDS (termasuk Jantung, Bedah Saraf, Bedah, dan Penyakit Dalam) utk bersedia Mengampu Prodi2 terkait di UPH (Pendekatan Lewat Kekuasaan)
2. Sejak 2015-2016, Mochtar dan James Riadi menemui Gub Jatim Soekarwo, meminta ijin utk mendirikan 40 RS Siloam di Jatim dgn kompensasinya akan membangun bbrp ratus Puskesmas di Jatim. Usaha seperti ini pasti TIDAK HANYA di Jatim saja. Kita semua tahu bhw pelayanan kesehatan yad, sepenuhnya akan dijamin oleh negara, dgn APBN/JKN.
Bila terlaksana, maka akhirnya mereka akan masuk dan mengatur sistem rujukan, dan RS Daerah (dgn para spesialis yg sebagian besar Muslim) akan mengelola pasien yg tidak mampu saja, dan RS Siloam akan menerima rujukan pasien2 yg mampu/kaya.
3. Info Valid dari sahabat saya Imam Prasojo Ph.D (putra Alm. Bp. Sudjoko Prasodjo, Tokoh Kahmi), tentang sahabatnya dari AS yg ditawari utk jadi Direktur di Siloam Group, dan ybs 'Menolak' tawaran tsb, karena harus menandatangani klausul:
*"WAJIB IKUT MENYEBARLUASKAN AJARAN NASRANI/INJIL"*
4. Melihat no. 1 dan 2 diatas, bisa disimpulkan adanya usaha jangka panjang melalui pendekatan Kekuasaan dan Uang, utk Membangun Bisnis Pendidikan dan Pelayanan Kesehatan di Indonesia, dari hulu s.d hilir, dan sebagai Umat Islam, apalagi tokoh/ilmuwan/pimpinan lembaga negara harus benar2 memahami upaya jahat tsb agar tidak masuk perangkap bahkan ikut memudahkan upaya jahat tsb Semoga bermanfaat, Aamiin
Prof. Dr. Zainal Muttaqin, SpBs Mega Proyek Kristenisasi James Riyadi di Indonesia







Tidak ada komentar:
Posting Komentar